kata-kata adalah hal paling menyusahkan diriku sendiri.

Aku hampir lupa, ternyata menulis seasyik ini.
Membuang isi kepala yang biasanya bertengkar didalam tanpa akhir.

Tentang yang akhir-akhir ini terjadi :
Aku tentu tau, bahwa kata-kata adalah hal paling menyusahkan diriku sendiri.

Begini, apa yang orang sampaikan entah itu serius atau tidak kadang kuserap sendiri tanpa sempat kuolah. Jadi beberapa hal menjadi menyebalkan saat kata-kata yang terserap itu adalah janji yang ternyata mungkin beberapa orang menganggap itu hal remeh yang berlalu begitu saja.

Seperti saat seseorang pernah bercanda denganku, "Mau kesini kapan? Kubeliin tiket pulang ya?"
Ternyata, mungkin, itu hanya ucapan selewat saja.

Atau, "Kamu suka yang mana? Nanti aku beliin ini aja ya"
Lalu pembicaraan itu menguap, menghilang begitu saja.

Oh, aku sudah terbiasa dengan skenario itu.
Dijanjikan banyak hal lalu tak menjadi kenyataan.
Aku sudah terbiasa dengan begitu banyak kata-kata dan janji tak bermakna.

Tapi kadang pikiranku sendiri bertanya, "Kenapa semudah itu ya orang bicara dan berjanji?"
Atau, "Kenapa aku terlalu menganggap itu hal serius ya? Mungkin saja mereka hanya bercanda. Atau ya mereka serius lalu lupa. Sungkan juga kalau harus diungkit lagi", sepertinya memang kesalahan lagi-lagi ada padaku.

Mungkin karena hal itu tembok pertahananku semakin tebal dan tinggi.

Rasanya ya silakan saja jika hendak menjanjikan apa pun. Tentu akan kuiyakan dengan ekspresi senang. Tapi itu tentu akan kukesampingkan jauh-jauh. Tidak berharap apa pun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berteman dengan Mantan? (draft 19 agustus 2020 - published)