Senin, 24 Juni 2013

Kriteria dan Tugas Seorang System Analyst

Saya akan membagikan sedikit pengetahuan saya tentang System Analyst. Jika anda berkecimpung di dunia IT. Siapa sih yang tidak mengenal System Analyst?

System Analyst adalah orang-orang yang memandu / menetapkan pengembangan suatu sistem informasi. Mereka adalah orang yang bertanggung jawab dalam membangun suatu sistem informasi yang dirancang secara objektif guna mencapai goal suatu organisasi.

Perkejaan/tugas seorang System Analyst berbeda dari organisasi ke organisasi. Tergantung industrinya. Contoh:
System Analyts organisasi manufaktur berbeda dengan System Analyts organisasi/perushaan farmasi. Itu masih dalam kondisi beda industri, terkadang industri yang sama pun bisa berbeda antara organisasi/perusahaan.

Patut dicatat, belakangan ini kita akan menemukan pembagian jabatan/job desk lagi dari seorang Analyst. Ada yang namanya System Analyst, Business Analyst, Programmer Analyst, dll.

Pada dasarnya seorang Analyst terdapat di berbagai bidang, seperti Ekonomi, Teknik Industri, Mining, Sosiolog, dll.  Itu pengertian secara general. (tergantung sih perusahaan tersebut sebutnya apa, kalo mao lebih jelas bisa liat Kelly Guide's for Career, kalo gak salah)
Jadi uda dapat gambaran donk apa itu kriteria dan tugas seorang Analyst, dalam hal ini seorang System Analyst?

Lalu apa itu pekerjaan/tugas seorang System Analyst?

Mereka bertugas mempelajari aktivitas bisnis yang akan dibuat sistemnya. Merekalah yang menentukan kebutuhan berdasarkan informasi yang didapat. Yup, tanggung jawab hanyalah pada penentuan kebutuhan sistem yang akan dibangun, bukan pada design sistem yang sudah ditentukan.
Patut dicatat, ada beberapa kasus seorang System Analyst mencakup System Design.
(merancang desain sistem disini maksudnya, kalo masih ingat SDLC waterfall, yaitu pada tahap 2, yaitu desain aplikasi/sistem)




Hubungan System Analyst, Design, dan Programmer:

Seorang sistem analyst akan bertugas juga sebagai programmer, dimana dia juga akan menulis kode untuk implementasi dari desain aplikasi/sistem yang telah dibuat. Tentunya, tugasnya gak seberat programmer yang ke arah teknikal atau desainer.
System Analyst harus memiliki berbagai kemampuan di dalam berbagai tahap SDLC. Mereka harus mengetahui teknikal tentang bagaimana sistem informasi yang di develop. 


Kriteria yang harus dimilik seorang System Analyst:

1. Business Knowledge
    Mereka harus memahami dan meningkatkan kemampuan sebanyak mungkin tentang proses bisnis secara general.

2. Interpersonal Skills
    Mereka harus mempunyai kemampuan komunikasi yang baik dengan user dan mengekstrak informasi sebanyak mungkin melalui mereka.

3. Problem Solving Skills
    Tentunya kemampuan memecahkan masalah amatlah penting guna memberikan solusi terhadap permasalahan yang dimiliki oleh user.


System Analyst hampir sama ya kalo dipikir-pikir dengan Business Analyst. Tapi ada bedanya loh. Saya rasa dari judul namanya aja uda bisa bedain deh. hehehe..

Lalu bagaimana kita memperoleh kemampuan tersebut?
Soal-soal soft skill seperti itu hanya dapat diperoleh lewat praktik langsung dan pengalaman.
Jika dalam hidup kita sering mengenal kata Trial n Error, practice by doing dan experience from the past.
Maka hampir sama halnya dengan karir menjadi seoarang System Analyst.

Contoh:
Jika kita pernah bekerja di industri retail, maka kemampuan/pengetahuan bisnis kita tentang perusahaan retail secara general meningkat, karena kita sudah terjun langsung didalam sana (practice by doing). Berkarir dari sana, kita bisa memilih terjun ke industri yang sama (retail), tetapi dengan pengalaman yang sudah pernah ada (experience from the past), maka pengetahuan kita tentang business knowledge dan problem solving semakin terasah (Trial n Error).

Tapi kalo dalam bidang IT, perusahaan IT (khususnya vendor), kita dituntut untuk mengetahui secara general bisnis proses tiap industri. Sedangkan untuk memperolehnya secara spesifik, kita harus bertemu dengan user dan mengextract informasi dari mereka sebanyak mungkin dan kemudian melakukan problem solving.
Maka dari itu, setelah saya pikir-pikir, bekerja di vendor ada untungnya juga. Dan juga ada ruginya.. ya ruginya kerjanya kaya orang gila kata orang-orang. Dibanding kerja di perusahaan yang memiliki divisi IT sendiri, develop sendiri atau membeli dari luar(vendor), tapi maintenance sendiri.


Itu aja dulu ya soal System Analyst. Who wants to be a System Analyst ?
hehehehe..