Bukankah kali ini aku juga penjahatnya?

Sampai aku memutuskan tidak apa menjadi penjahat.

Semakin aku bertahan, mengingat, melihat, ternyata aku semenyakitkan itu. Bahkan diriku sendiri tidak tau aku sedang disakiti sebegitunya.

Lalu tetap saja aku merasa menjadi penjahat. Aku penjahat yang meninggalkan.

Aku terkejut, kemarin aku memaki sebegitu kuatnya hanya karena disuruh bertahan. Aku ternyata sudah semuak itu. Lagi-lagi aku tidak sadar.

Rasanya melegakan sekali sudah pergi. Walau mungkin cap penjahat akan menempel selamanya. Tadi kucoba mengingat, tidak, tidak, aku tidak bisa. Mengingat saja membuat aku berkaca-kaca. Aku tidak mau lagi. Sungguh!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berteman dengan Mantan? (draft 19 agustus 2020 - published)