Postingan

RINDU

Akhir-akhir ini aku benci dengan RINDU Ia merajai hatiku tanpa bisa kutahan mondar-mandir layaknya keluarga pasien gawat darurat diruang tunggu Aku bosan ia selalu ada RINDU Menjebakku pada nostalgia yang, lagi hanya bisa menyakitiku Maunya apa sih? Kenapa tidak bertamu saja ke hati tetangga lalu tak usah kembali Kenapa RINDU bukan pengobat Ia seperti jeruk asam yang menetes diluka yang masih basah Argh ! Mau berganti tempat denganku? Mungkin luka kita berbeda Siapa tau kau lebih kuat dari aku Siapa tau aku bisa menyembuhkan lukamu jika aku menjadi dirimu Atau ... Bagaimana caraku berdamai dengan RINDU? Kau tau kan RINDU yang kumaksud?

Aku (masih) Kalah

Hahaha... Rasanya ingin terus menertawakan diri sendiri Luka ini terlalu perih untuk ditangisi Mungkin tawa tanpa renyah didalamnya bisa menghilangkan sakitnya sedikit Rasanya seperti bagian daging dari tanganmu dicabut dan hanya menyisakan tulang putih, kelihatan. Bagaimana? Ya... Ia tidak akan bisa pulih tanpa ditempeli daging lain, bukan? Mungkin ia akan membusuk jika dibiarkan terus menerus Perumpamaannya begitu ! Ini kali kesekian Aku merasa sudah cukup Namun lagi lagi tarikan nafas membuatku gagal Ini benar-benar belum cukup! Apa asiknya menyakiti diri sendiri Apa asiknya mengatakan AKU BISA Padahal ... Hanya saja ini bagianku, bukan? Bagian tulang putih yang tidak akan ditempeli daging lagi Haah ... Pertarungan dengan hati sendiri menjadi pertarungan yang tidak adil Karena menang atau kalah, aku yang menikmatinya Dan aku, (masih) KALAH

Rindu itu hilang

Aku sedang mencari rindu itu Kemana dia? Tidak kutemukan Aku sedang memaksa diriku untuk menemukannya Sedikit sulit Ia berada di salah satu sudut yang paling sudut Ada usaha lebih untuk menemukannya Haah ... Rindu sekali untuk merindu Karena rasanya salah sekali Salah dan lelah Salah dan tidak akan berpaut Ya, kau tau ... Seperti sekuat apapun menginginkannya, tetap saja kau akan gagal Tidak akan ada waktu untuk rindu itu terpaut Hanya sebelah hati saja Tidak lagi disambut dengan manis Ya sudah, tetaplah disudut yang tersudut Aku sebenarnya tidak ingin lagi mengiris hatiku sendiri Hanya saja kau terlalu membekas Kadang kadang mengingatmu masih menyakitiku

Cerita seorang pria

Ia melihat sebuah raga sudah terbujur kaku. Diatas sebuah dipan yang sebelumnya terletak di kamar belakang. Raga itu tidak bergerak lagi, tidak tersenyum lagi, dan ... tidak merasakan sakit lagi. Ia menatap nanar, hampir tak mampu bergerak jika saja abangnya tidak menepuk pundaknya. Ia melangkah, bukan menuju raga itu tapi ke kamarnya. Meletakkan tas, mengganti baju yang ia kenakan menjadi kemeja hitam. Ia menatap cermin, ia sendiri tidak mampu mendeskripsikan rupa-nya sekarang. Entah menggambarkan apa. Ayahnya sudah tiada. Teman-teman dan sanak saudara mulai memenuhi rumah. Ia berjalan dan duduk disamping ibunya. Ibunya sudah menggunakan baju dengan warna senada dengannya. Dikepalanya diikatkan semacam kain hitam. Wajahnya penuh kedukaan, tanpa harapan. Ia hanya memeluk ibunya, tanpa airmata. Bahkan ketika teman-temannya datang, mengucapkan rasa belasungkawa, mulai menyalamnya, ibunya, kakaknya, dan abangnya, ia tidak juga menangis. Tiga bulan kemudian... Ia masih saja me...

Ada aroma kopi hari ini

Aku bukan gadis pecinta kopi. Aku hanya pernah mencoba menikmati kopi sachet -an dan berakhir dengan perut yang melilit. Bisa dihitung jari berapa kali aku menyeruput kopi. Tepatnya, jika aku ingin menyakiti diri sendiri, aku minum kopi. Satu-satunya campuran kopi yang kusuka adalah cappuccino . Itu pun karena pertama kali aku mencicipinya, ia dicampur dengan es krim. Aku pecinta es krim. Sama ... Cappuccino  juga melilit perutku. Tapi es krim mampu menetralisirnya. Aku tetap tak mau menikmati  cappuccino  tanpa es krim. Ini adalah bulan ke 11-ku ditempat baru. Suasana yang tak pernah ada di benakku sebelumnya. Mereka pecinta kopi. Sial ! Setiap pagi, jika aku memilih menikmati teh, aku disambut dengan beragam jenis kopi dan hanya ada satu merk teh dilemari itu. Aku tak pernah menyentuh hal lain, hanya teh dan sedikit gula, kadang kadang. Aroma kopi menguar. Aku bisa apa? Aku berada diantara mereka. "Gak ngopi wid?" Pertanyaan yang 11 bulan selalu kujawab denga...

~

Ternyata kita masih dini untuk telalu dewasa Banyak kisah lain yang mengalahkan kisah kita Kita bahkan seperti masih didalm cangkang telur yang entah kapan akan menetas Masih muda sekali ...

Tangisan dibawah bandara

Lima tahun lalu aku pernah kehilangan Sakit sekali Aku menangis didalam sebuah ruang kecil Tanpa suara Tapi aku bisa kembali seperti aku semula Tidak sempurna memang Karna bayangannya luar biasa menghantui Sampai saat ini Tiga tahun yang lalu aku aku dipertemukan Diperjuangkan dan didapatkan oleh seseorang Dipertahankan hingga beberapa ribu detik yang lalu Kemudian, dia menghilang Tidak jauh Namun tak bisa ditemukan Sekali lagi aku hancur Dan kali ini tidak butuh ruang kecil untuk menangis tanpa suara Aku menangis dalam tiap langkah dimana pun aku berada Berjeda, antara bersuara dan tidak Ini lebih mengerikan Lebih dari mimpi buruk yang mengharuskan aku menyentuh bagian tubuh adikku supaya aku bisa terlelap kembali Sekali lagi Aku dikatakan bodoh Sekali lagi Aku disemangati untuk bangkit Untuk saat ini, sulit Dia pergi hari ini, Berjarak sementara saja Namun tidak ada aku lagi Di waktu yg lain Aku pernah mengantarkannya Dengan raga,jiwa,hati dan tan...