Postingan

Bukankah laki-laki terlahir brengsek?

Karena jawabannya adalah tidak semua orang layak mengetahui cerita yang sebenarnya Mendengar sebagian cerita hanya akan memberikan advice yang kadang kala tidak berguna Yang menjadi pengambil keputusan adalah pribadi yang menjalani sendiri Ini tidak mudah Jika kesempatan hanya tinggal satu kali Lantas masih mau disia-siakan? Mengusahakan sesuatu yang akan gagal juga kadang kala memberikan kepuasaan tersendiri Walaupun akan diakhiri dengan "Shit, I know it will not work!" Maka istilah nothing to lose menjadi penyembuh Bukankah laki-laki terlahir brengsek? Bagaimana pun rupa, iman dan perawakan mereka. Mereka dengan mudah memilih kemudian melakukan seleksi atas pilihan itu Dan sebagai wanita Hanya menjadi korban gugur dari seleksi yang ada Kalaupun terpilih ya setelah mengalami kegagalan di seleksi yang lain dulu, bukan? Kadang menggunakan perasaan dalam proses seleksi yang dilakukan para lelaki menjadi sumber luka bagi wanita Dan lelaki dengan logikanya ak...

Tiga ratus enam puluh enam hari

Tiga ratus enam puluh enam hari, Untuk pertama kali aku memberi selamat pada diri sendiri atas apa yang sudah terlewati di hari-hari itu Bukan berarti tidak ada nama-nama lain yang terselip di sepanjang hari-hari itu bergulir Hanya saja mereka yang namanya terselip sekadar menumpang untuk singgah lalu harus diusir atau disudahi segera Aku masih belum percaya bagaimana aku bisa melewati ini Ini belum pernah terjadi sebelumnya ! Antara hebat atau pasrah Antara harus merasa wow atau haah Tiga ratus enam puluh enam hari, Paling tidak ada seorang wanita yang menjadi pegangan di jumlah hari yang tidak sedikit ini Yang selalu bersedia diganggu dan dirusuhi hari dan malamnya oleh ingatan, imajinasi, kegilaan pikiran yang belum berujung hingga kini Bahkan beberapa hari sebelum angka satu tahun bergulir, aku akhirnya tiba pada masa depresiku Yang aku yakin cepat atau lambat pasti kurasakan Dan wanita ini tetap ada Tidak mengurangi rasa depresiku memang, tapi membuat aku mengerti ...

Sore rindu tak bertuan

Sedang benci pada diri sendiri Pernah? Iya, aku sedang mengalaminya Tadinya hanya ingin mengistirahatkan pikiran dari pekerjaan dengan mendengar beberapa lagu Kemudian lagu random terputar Kemudian, aku merasakannya Sesuatu menusuk hatiku Aku pernah merasakannya Sakit sekali ! Apa ini? Seperti rindu tak bertuan Pada siapa, tanyaku tanpa jawaban. Sekian.

Ah, ya, kau kesepian juga bukan?

Pada akhirnya bercerita dengan sesama penikmat sepi nyaman sekali Saling mengerti tanpa memaksa Membuka satu lubang cahaya untuk dinikmati lalu keluar dari sarang gelap Mendengar musik saja untuk disayat lalu cerita menguar tanpa jeda membuka tabir sepi yang disembunyikan dalam sunyi

A sweet escape

Saat kutanya tentang dirimu Kau bilang kau senang sepi Kau menikmati saat-saat sepi dan sendiri Kau tidak menanyaiku, tapi aku mau beritahu Aku suka keramaian Aku suka sendiri dalam keramaian Aku bisa fokus melakukan banyak hal sendiri dalam keramaian Kita sedang memulai sesuatu yang kita tidak tau akan berujung dimana Aku bahkan sebenarnya tidak tau apa yang kita mulai ini Entah ini akan menghasilkan sesuatu atau tidak Tapi, terima kasih Akhirnya aku mengerti aku sedang mengalami ketakutan besar Lebih besar dari yang kubayangkan Aku tidak pernah mau mengatur untuk menghadirkan rasa takut ini Sekarang aku harus belajar bagaimana melawan rasa takut ini Masalahnya adalah aku tak tau apa kau bisa dan mau membantuku atau tidak Dan aku tak tau bagaimana mengungkapkannya padamu Entah kau berpikir terlalu logis Atau aku yang terlalu menggunakan perasaanku Entah aku sudah merasuk di dalam rasamu Ataukah masih seperti yang kita ungkap di awal A sweet escape ! Welcome...

Ini Kenangan, Aku Rindu, Salah?

Eh, kita bersahabat, bukan? Menghabiskan masa sekolah dengan jalan kaki bersama setiap pulang sekolah. Aku dan beberapa teman dekat kita, beberapa kali memaksa untuk mampir ke rumahmu, tapi selalu kau larang. Hingga suatu hari kami mengambil satu gerakan nekat. Menaiki bis yang kau tumpangi saat bis itu sudah mulai jalan sehingga kau tak bisa melarang kami untuk ikut. Entah apa alasanmu melarang kami waktu itu. Dan kau tau apa yang kami rasakan saat kami sampai di rumahmu? Kami senang sekali ! Rumahmu tenang, nyaman, damai. Kita masak mie instant bersama waktu itu, aku ingat! Beberapa kali setelahnya kita malah pernah menginap bersama di rumahmu karna kami suka suasananya. Ah, kau ingat juga tidak, kau pernah menunjukkan padaku laki-laki yang menjadi pacarmu, yang tidak satu sekolah dengan kita, yang menunggumu setiap pulang sekolah di terminal bis. Aku masih ingat saat pacarmu duduk di salah satu motor di terminal itu saat menunggumu. Suatu kali kau juga pernah menunjukka...

Hasrat Cinta

Aku sedang menikmati cinta tak bertuan Cinta yang tak bertutur namun memaksa Aku terjebak dalam rangkaian kata tolol melahirkan rasa Yang ingin kutepis lalu ku dekap Aku tidak bermimpi, ini nyata Bagian dari hasrat yang berpadu manja dengan harap Entah ini akan bermuara kemana Ungkapan ucap tidak lagi menjadi utama Tidak ada keterangan setelahnya Hanya menikmati dalam berbagi Hanya mendekap lalu terbenam