Postingan

A sweet escape

Saat kutanya tentang dirimu Kau bilang kau senang sepi Kau menikmati saat-saat sepi dan sendiri Kau tidak menanyaiku, tapi aku mau beritahu Aku suka keramaian Aku suka sendiri dalam keramaian Aku bisa fokus melakukan banyak hal sendiri dalam keramaian Kita sedang memulai sesuatu yang kita tidak tau akan berujung dimana Aku bahkan sebenarnya tidak tau apa yang kita mulai ini Entah ini akan menghasilkan sesuatu atau tidak Tapi, terima kasih Akhirnya aku mengerti aku sedang mengalami ketakutan besar Lebih besar dari yang kubayangkan Aku tidak pernah mau mengatur untuk menghadirkan rasa takut ini Sekarang aku harus belajar bagaimana melawan rasa takut ini Masalahnya adalah aku tak tau apa kau bisa dan mau membantuku atau tidak Dan aku tak tau bagaimana mengungkapkannya padamu Entah kau berpikir terlalu logis Atau aku yang terlalu menggunakan perasaanku Entah aku sudah merasuk di dalam rasamu Ataukah masih seperti yang kita ungkap di awal A sweet escape ! Welcome...

Ini Kenangan, Aku Rindu, Salah?

Eh, kita bersahabat, bukan? Menghabiskan masa sekolah dengan jalan kaki bersama setiap pulang sekolah. Aku dan beberapa teman dekat kita, beberapa kali memaksa untuk mampir ke rumahmu, tapi selalu kau larang. Hingga suatu hari kami mengambil satu gerakan nekat. Menaiki bis yang kau tumpangi saat bis itu sudah mulai jalan sehingga kau tak bisa melarang kami untuk ikut. Entah apa alasanmu melarang kami waktu itu. Dan kau tau apa yang kami rasakan saat kami sampai di rumahmu? Kami senang sekali ! Rumahmu tenang, nyaman, damai. Kita masak mie instant bersama waktu itu, aku ingat! Beberapa kali setelahnya kita malah pernah menginap bersama di rumahmu karna kami suka suasananya. Ah, kau ingat juga tidak, kau pernah menunjukkan padaku laki-laki yang menjadi pacarmu, yang tidak satu sekolah dengan kita, yang menunggumu setiap pulang sekolah di terminal bis. Aku masih ingat saat pacarmu duduk di salah satu motor di terminal itu saat menunggumu. Suatu kali kau juga pernah menunjukka...

Hasrat Cinta

Aku sedang menikmati cinta tak bertuan Cinta yang tak bertutur namun memaksa Aku terjebak dalam rangkaian kata tolol melahirkan rasa Yang ingin kutepis lalu ku dekap Aku tidak bermimpi, ini nyata Bagian dari hasrat yang berpadu manja dengan harap Entah ini akan bermuara kemana Ungkapan ucap tidak lagi menjadi utama Tidak ada keterangan setelahnya Hanya menikmati dalam berbagi Hanya mendekap lalu terbenam

Pertemuan Terakhir?

Aku benci bandara, sungguh ! Sangat benci tempat bernama "keberangkatan" disana. Disana aku menemukan satu luka yang luar biasa. Yang bahkan sampai detik ini, jika aku mengingatnya, itu seperti menusukku berkali-kali dan berulang-ulang. Aku tak bisa menahan kelenjar air mataku memproduksi air berlebihan, tak bisa ! Aku benci bunyi nada sambung dari telepon genggamku di "keberangkatan" itu. Aku benci menekan tombol hijau dan mulai berbicara. Aku tak mampu menahan suara sesenggukan yang kuhasilkan sendiri. Bahkan semakin cepat ketika suara dari seberang telepon mengatakan, "Coba lihat keatas, udah jangan nangis, kita sama-sama jalan ya, tapi sampe ujung aku ga bisa liat kamu lagi". Aku benci mengatakan berhenti pada airmata ini dan ia menolak, ia terus mengucur tak berujung. Ah, malu sekali waktu itu. Lalu aku naik ke beranda bandara tempat aku melihat sebuah pesawat berwarna putih merah. Pesawat di baris ke tiga waktu itu. Bus mengantar penum...

Hai rindu

Hai rindu Apa kabar? Dia dekat sekali, ku kira begitu Ya, raganya masih saja mengganggu dan menghibur Tapi hatinya sedang mengelana untuk disinggahi Tidak lagi menetap padaku Hai rindu Kenapa kau tercipta? Supaya aku merasakan rasa lain di hati, sakitnya didera olehmu Merenungi kisah berakhir derita Hai rindu Cepatlah bersemayam kembali Tak usah muncul merajai hati yang kosong Tidak baik !

hanya saja takdirnya memang begitu

ada beberapa cerita yang tak bisa hilang dari ingatan ada beberapa sorotan mata penuh kebencian yang jika teringat akan membuat diri terguncang ada beberapa baris kalimat yang pernah dikeluarkan mulut yang merasa diri lebih suci menjadi teriakan penuh minta ampun itu sebuah kengerian seperti sebuah cambuk yang mungkin sakitnya tak akan terlupa seumur hidup lalu ada saat dimana diri dihadapkan pada persidangan membuat sebuah pengakuan dan diujung kehancuran lalu ada seorang malaikat tanpa sayap yang dalam hatinya entah mengukir apa namun yang keluar apa kalian berpikir untuk sesuatu yang panjang? masa depan gitu? entah itu keyakinan, entah itu ingin keluar dari persidangan anggukan kepala menjadi sebuah jawaban tidak sungguh, itu tidak benar dan tidak berlangsung lama bukan bukan karena pribadinya hanya saja takdirnya memang begitu bisa berkilah apa lagi jika memang TAKDIR?

Tuhan, bukan untuk diperdebatkan

Hanya saja Tuhan bukan untuk diperdebatkan Ada perasaan diatas rata-rata menyangkut hal dalam Dia Itu juga yang mendasarkan permainan hati akhirnya bisa dimainkan dengan sungguh Bukan perkara menang atau kalah Tapi tentang meletakkan suatu asa yang mungkin tetap saja tak sesuai namun bisa diterima Ah, bagaimana wujud Tuhan? Terlalu besar untuk dikulik dalam cerita ini