Postingan

Berhenti

Kini aku mengerti bahwa arti berhenti bukan sekadar mencapai tujuan. Arti berhenti lebih dari itu. Berhenti adalah ketika kita sadar segala hal yang kita usahakan, tidak membuahkan hasil. Bukan menyerah, hanya saja kita memang harus memilih antara meneruskan jalan itu atau berhenti, membuat dan menjalani plan lain. Berhenti adalah ketika kita sendiri mendapati diri menjadi munafik, setelah omong kosong yang kita lontarkan, lalu omongan itu kita jilat kembali dan menyesalinya kemudian. Ya, ada ganjaran akan hal itu. Malu pada diri sendiri akan orang lain. Orang lain mendapatkan lebih dari yang kita dapatkan. Berhenti adalah ketika kita menyadari bahwa kita tak bisa memaksakan apa pun. Sekeras apa pun kita mencoba untuk berkata jangan, orang lain tidak akan hidup atas kemauan kita. Dia berhak memilih ketika kita memilih untuk berhenti. Bukan berarti dia mengingkari kata-katanya, lalu dia salah, bukan begitu. Kita berhenti dan dia punya hak untuk menentukan tujuan berikutnya,...

Oppung Doli, Masihol Ahu

Pematangsiantar, 2003 Kelas 3 SD "huhuhu... rindu aku sama mama", menangis diam-diam. Keesokan harinya, "Disinilah kau nang tinggal sama oppung. Nah, uda oppung belikan buku bahasa inggris yang kau pengen itu". Aku menggeleng dan menatap iba pada mama. "Nah, nah, ambillah boru bukunya nah, oppung beli untukmu ini", aku menerima buku ini bersama air mata. Aku tidak tahu arti air mata itu. Entah karena aku sedih dipaksa tinggal bersama mereka atau sedih karena harus meninggalkan mereka berdua. Pada akhirnya aku dibawa pulang oleh mama dan meninggalkan oppungku berdua di rumah tua itu. Sibolga, 2005 Kelas 5 SD "Wid, sinilah, ada yang mau oppung bilang samamu", aku menghentikan permainanku bersama sepupuku, menghampiri oppung di teras rumah. "Jadi, berapalah habis uang di celenganmu yang diminta Bapak?", pikiranku melayang mengulang hari dimana kami hendak pulang kampung ke Sibolga untuk merayakan tahun baru bersama tapi terha...

Berdiamlah Disana

hai, ganteng lama sekali tidak menyapamu apa kabar? kemarin aku kembali melihat keramaian yang kau abadikan disana tidak ada yang begitu aku sedang tidak rindu hanya saja aku masih rajin menguntitmu aku tersenyum saat melihatmu begitu bahagia melewati tahun yang berbeda dengan tahun lalu ada hal yang sama, aku tidak ada, pun pada tahun-tahun yang akan datang tapi doaku besertamu, kau tahu itu kau akan terus berada dalam 1 jalur menuju sudut sudut yang menyatu bersama kenanganku yang lain berdiamlah disana kelak akan ada cerita tentang kau yang belum hilang dari sudut itu juga tentang kenangan lain yang menumpuk bersamamu disana

MEMORI PERJALANAN

Karena menjalani tempat baru akan membangun banyak mimpi-mimpi kecil Tentang menjaga alam, tentang menjadi lebih sukses, tentang persahabatan, tentang mencintai Tuhan lebih lagi. Mari mengkaji ulang perjalananku. Hanya supaya aku tidak lupa. Dan perjalanan impian selanjutnya. Ini bagian yang sudah : INDONESIA Pulau Sumatera :  Tarutung dan sekitarnya Salib kasih, Pemandian Air Panas, Pemandian Air Soda, Huta Ginjang Sibolga Pulau Mursala, Pulau Putri, Pantai Binasih, Pantai Pandan Berastagi Air Terjun Dua Warna, Gunung Sibayak, Funland Parapat - Danau Toba - Samosir Danau Sidihoni dan semua keindahan Samosir Pulau Jawa : Jakarta *akan bersemedi disini entah sampai kapan Bogor Kebun Raya Bogor, Kujang Raider Bogor, Jungle Land Sentul Yogyakarta Malioboro dan sekitarnya, Candi Borobudur, Bukit Bintang, Goa Pindul Semarang Kepulauan Seribu Pulau Tidung, Pulau Genteng Kecil, Pulau Bira Besar Malang-Batu-Bromo Gunung Bromo, Alun-alun Kota Malang,  Alun-a...

Berbicara adalah obat

Gambar
Saya melewati masa-masa sulit beberapa minggu belakangan ini. Entah itu tentang hubungan saya dengan teman-teman saya, keluarga saya dan pekerjaan saya. Saya menjadi lebih pendiam. Bukan pendiam dalam arti benar-benar tidak berbicara pada siapa pun. Saya masih tetap tertawa dan berkomunikasi dengan orang di sekitar saya. Hanya saja saya tidak selugas dulu bercerita tentang apa yang saya rasakan. Jujur saja, saya memang memilih orang untuk diajak bercerita. Karena tidak semua orang bisa menjadi pendengar dan pemberi nasihat yang baik versi saya sendiri. Dan bukan kebetulan, kemarin saya salah memilih. Dan karena itu saya memutuskan untuk menjadi lebih diam, tak mau membagi apa pun pada siapa pun. Lalu masa sulit itu ternyata menjadi lebih sulit. Saya mencoba mencari pelarian dengan mengunjungi teman saya dan membicarakan topik yang random . Awalnya berhasil, tapi hanya sesaat. Ketika saya sedang sendiri, masalah kembali berputar di kepala saya. Dan saya menyerah. ...

Rinjani by his side

"Oiya, bukankah kau senang menulis? Kenapa berhenti?", tanya seorang teman. "Oh, itu. Tidak, aku tidak berhenti. Aku tetap menulis di blogku. Tidak rutin, tapi ya kadang tetap ada kok, sedikit", jawabku mengalihkan pandangan. "Jadi, bagaimana ceritamu tentang Rinjani?", giliranku bertanya mengganti topik. "Wah... seru, menyenangkan. Aku tidak pandai bercerita sepertimu. Tapi aku akan cerita mulai dari awal pendakian aja ya. Kami naik dari pintu Sembalun. Kau nonton acara Jalan-Jalan Men kan? Kau pasti tau", kujawab dengan anggukan, "ya, kami naik dari situ". "Berapa lama?", potongku. "Lama. Malah kami terlambat mulai mendaki. Dari pos satu ke pos kedua butuh waktu satu jam. Beda gunung beda jumlah pos. Ada gunung yang punya pos banyak. Jarak satu pos ke pos lain hanya perlu waktu jalan 20 menit, kalau Rinjani beda. Malah ada yang jarak antar pos nya harus ditempuh dalam jangka waktu dua jam", dia menjela...

Amsal 17:17

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. Dia membatalkan jadwal nonton bersama teman-temannya karena aku. Ia menghentikan taxi dan melaju pulang karena kubilang aku menunggunya. Tanpa rengekan. Tidak ada kata pembukaan. Semua mengalir dan dia menunggu, mendengar, dengan sebatang rokok di tangan kanannya. "Menurutmu aku harus gimana?", kuakhiri dengan sebuah tanya. Perutnya yang buncit tidak lagi menjadi hal aneh bagiku. Telanjang dada di depanku karena gerahnya Jakarta menjadi pengalaman yang biasa saja darinya. ... Hening. "Kau tau jawabanku". ... Hening (lagi). "Enggak. Aku ga tau", sahutku. "Jawabanku sama dengan jawaban-jawabanku sebelumnya. Sudah berapa kali kau mempertanyakan ini padaku?", dia menekankan lagi kata-katanya. Aku tertunduk, ya aku tau , sahutku dalam hati. "Ayolah, kau tau seberapa keras aku bertahan pada jawabanku saat kau memilih pilihan ya...