Postingan

Apa yang Anda ketahui tentang Timika, Papua. Ini yang kuketahui. [YOU MAY SURPRISE]

Beberapa waktu lalu aku memiliki kesempatan untuk saling bertelepon dengan salah seorang teman lamaku. Hampir 3 tahun kami tidak saling bertukar kabar. Terakhir yang kuketahui dia masih menjadi mahasiswa di salah satu universitas negri di Sumatra Utara. Kemudian tanpa sengaja, minggu lalu aku mengetahui keberadaannya dari salah seorang sahabat. Katanya ia sudah merantau. Jauh. Ke salah satu kota di bagian timur Indonesia. Papua, tepatnya Timika. Media sosial yang akhirnya membuat kami saling bertukar kabar dan bertelepon. Setelah "say hello" dan basa-basi, aku tak sabar ingin mendengar ceritanya. Intinya dia merantau jauh hanya ingin mengadu nasib ( read : cari kerja) Ternyata baru satu bulan ia berada disana. Berada di Timika bersama salah satu keluarga dari ibu dan bapaknya. Timika adalah ibukota kabupaten Mimika yang terletak di provinsi Papua. Kita mungkin tak asing lagi dengan "Timika" ini. Ya, karena di wilayah ini beroperasi salah satu perusahaaan ta...

Stasi St.Stanislaus Kostka Kranggan

Gambar
Kemarin, Saat minggu prapaskah terakhir tahun ini, 13 Maret 2016 Paduan suaraku dari gereja katolik St.Yohanes Penginjil blok B, St.John Choir, berkesempatan memberikan pelayanan koor ke sebuah gereja katolik di daerah Kranggan, Bekasi Gereja katolik St.Stanislaus Kostka Misa dimulai pukul 08.00 WIB dan kami berangkat dari gereja paroki di blok B pukul 06.30 WIB. Gereja St.Stanislaus Kostka tersebut adalah salah satu gereja stasi. Berhubung aku adalah anak rantau dan tidak tau banyak tentang stasi-stasi di daerah Jakarta dan sekitarnya, aku tidak tahu persis letak gereja St.Stanislaus Kostka ini. Jadi aku mengikut saja. Kalau dari Jl.Melawai, dibutuhkan waktu sekitar 40-50 menit menuju ke gereja St.Stanislaus Kostka (tentu saja lewat tol) Setelah mendengar sedikit cerita dari beberapa anggota paduan suaraku, ternyata gereja ini beberapa kali di kepung dan dihalangi proses pembangunannya oleh FUI (Forum Umat Islam) padahal gereja sudah memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan) Ak...

Menjadi Imam ...

Gambar
Hari minggu yang lalu (6 Maret 2016) ada seorang Romo yang datang ke gereja tempat aku beribadah. Namanya Romo Yosef dari Paroki Sumba. Beliau jauh-jauh datang ke Jakarta untuk bercerita sedikit tentang adik-adik di Sumba yang ternyata banyak sekali yang terpanggil menjadi imam. Beliau bercerita tentang Seminari Sinar Buana Weetebula - Sumba Barat Daya Sedikit tentang seminari ini boleh cek  disini Intinya adik-adik disana membutuhkan bantuan dana untuk pengembangan seminari mereka Aku melihat beberapa gambar mereka pada selebaran yang diberikan sebelum masuk ke gereja tadi dan aku tersentuh sekali Ya, aku selalu kagum sekali kepada mereka yang mau mengenyam pendidikan menjadi seorang imam. Disini aku akan membagi sedikit gambar adik-adik disana Akhirnya aku memberikan bantuan dana lewat amplop yang juga dibagi sebelum masuk ke gereja tadi. Tidak banyak memang dibandingkan besarnya dana yang mereka butuhkan. Tapi aku sangat senang sekali karena sebagian dari penghasilan...

Ma, pengen pulang ..

Hari ini aku bangun terlalu pagi. Jam di ponselku masih menunjukkan pukul 05.30 Untuk aku yang masuk kantor pukul 09.00 dan jarak kos ke kantor hanya 300 m, jam segitu emang terlalu pagi. Aku melirik ke arah ember tempat pakaian kotorku. Ya, tadi malam sebelum tidur aku sudah merencanakan ingin mencucinya pagi ini Tiba-tiba aku merasa malas, ah..nanti saja Akhirnya aku memang mencucinya setelah pukul 07.00 Sampai di kantor, seperti biasa, masih sepi ... Hanya beberapa orang sudah mulai sibuk dengan laptop didepannya Aku duduk dan membuat kopi di pantry Jarang sekali aku menyeduh kopi pagi hari. Tapi entah kenapa hari ini aku ingin. Fyi, karena isi kantor mayoritas laki-laki, mereka hobi sekali membawa kopi entah dari mana saja. Jika mereka baru berjalan-jalan dari sebuah daerah, oleh-oleh mereka pasti KOPI. Jadi setelah bekerja di tempat ini aku sudah mencicipi kopi dari berbagai macam daerah. Mulai dari jogja, bali bahkan india. Apa yg spesial? Entahlah.. Tetap saja, pahi...

Kupasang benteng pertahananku karena aku adalah seorang pencemburu

Sudah banyak cara yang kulakukan untuk menyayangi seseorang Ternyata cara yang kulakukan terkadang memang harus menorehkan rasa sakit tanpa harus diumbar Tanpa harus "seseorang" itu tau Aku pernah menyayangi seseorang Karena menyayanginya-lah, untuk pertama kalinya aku harus tau bagaimana caranya menahan Karena menyayanginya-lah, untuk pertama kalinya aku tau bahwa aku, diriku sendiri adalah seorang pencemburu yang luar biasa Karena menyayanginya-lah, untuk pertama kalinya aku tau bahwa aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama lagi Dia, sahabatku Seorang gadis mungil kecil yang hitam manis, periang dan cerewet Dia membuat aku menjadi seseorang baginya Kami berbagi cerita canda tawa dan duka Aku pun demikian Kenyamanan yang tercipta membuat aku tak ingin persahabatan kami diusik Aku ingin aku menjadi satau-satunya orang tempat dia mengadu Aku sangat menyayanginya Sampai suatu ketika, ada orang lain yang merusaknya Sebenarnya bukan merusak. Hanya saja emo...

Ini tentang mencintai dalam diam.

Ini tentang mencintai dalam diam. Saat bisa menyayang tanpa mengumbar Saat bisa saling mencinta tanpa terikat Saat bisa menahan cemburu dalam jarak Saat bisa mengorbankan tanpa paksaan Saat bisa berurai airmata tanpa status Saat ingin berhenti tanpa memulai Saat ingin bertahan namun diacuhkan Saat menetapkan untuk tinggal tanpa tau arah Saat memulai komitmen dalam keraguan Saat memantapkan hati dan akhirnya ... semuanya bersambut Indah :) Ini tentang mencintai dalam diam.

Kematian ...

Aku tidak pernah siap dengan kematian. Entah kenapa siang ini aku memikirkan tentang kematian. Bukan, bukan kematianku. Tapi kematian kerabatku, keluargaku. Aku teringat ketika seseorang mengatakan, "Kenapa harus takut dengan kematian? Bukankah kematian suatu hadiah? Hadiah karena akhirnya kita akan bertemu dengan Sang Pencipta" Well, maybe yes ... Tapi itu tidak sesederhana itu bukan? Mungkin sisi kemanusiaanku masih sangat besar karena takut akan kematian. Akan seperti apa aku nanti jika aku diperhadapkan pada sebuah raga tanpa jiwa?