Postingan

Kupasang benteng pertahananku karena aku adalah seorang pencemburu

Sudah banyak cara yang kulakukan untuk menyayangi seseorang Ternyata cara yang kulakukan terkadang memang harus menorehkan rasa sakit tanpa harus diumbar Tanpa harus "seseorang" itu tau Aku pernah menyayangi seseorang Karena menyayanginya-lah, untuk pertama kalinya aku harus tau bagaimana caranya menahan Karena menyayanginya-lah, untuk pertama kalinya aku tau bahwa aku, diriku sendiri adalah seorang pencemburu yang luar biasa Karena menyayanginya-lah, untuk pertama kalinya aku tau bahwa aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama lagi Dia, sahabatku Seorang gadis mungil kecil yang hitam manis, periang dan cerewet Dia membuat aku menjadi seseorang baginya Kami berbagi cerita canda tawa dan duka Aku pun demikian Kenyamanan yang tercipta membuat aku tak ingin persahabatan kami diusik Aku ingin aku menjadi satau-satunya orang tempat dia mengadu Aku sangat menyayanginya Sampai suatu ketika, ada orang lain yang merusaknya Sebenarnya bukan merusak. Hanya saja emo...

Ini tentang mencintai dalam diam.

Ini tentang mencintai dalam diam. Saat bisa menyayang tanpa mengumbar Saat bisa saling mencinta tanpa terikat Saat bisa menahan cemburu dalam jarak Saat bisa mengorbankan tanpa paksaan Saat bisa berurai airmata tanpa status Saat ingin berhenti tanpa memulai Saat ingin bertahan namun diacuhkan Saat menetapkan untuk tinggal tanpa tau arah Saat memulai komitmen dalam keraguan Saat memantapkan hati dan akhirnya ... semuanya bersambut Indah :) Ini tentang mencintai dalam diam.

Kematian ...

Aku tidak pernah siap dengan kematian. Entah kenapa siang ini aku memikirkan tentang kematian. Bukan, bukan kematianku. Tapi kematian kerabatku, keluargaku. Aku teringat ketika seseorang mengatakan, "Kenapa harus takut dengan kematian? Bukankah kematian suatu hadiah? Hadiah karena akhirnya kita akan bertemu dengan Sang Pencipta" Well, maybe yes ... Tapi itu tidak sesederhana itu bukan? Mungkin sisi kemanusiaanku masih sangat besar karena takut akan kematian. Akan seperti apa aku nanti jika aku diperhadapkan pada sebuah raga tanpa jiwa?

Dia, adikku ! Fighting !

Dia hitam manis, tinggi, kurus dan rambutnya panjang bergelombang. Suaranya bagus saat menyanyi, sayangnya tingkat kepercayaan dirinya untuk tampil solo masih sangat diragukan. Tapi kalau diminta untuk vocal group, jangan ditanya! Dia juga pasti grogi. Hahaha... Tapi tingkat kepercayaan dirinya akan naik sedikit saat ia vocal group dibandingkan jika ia diminta untuk tampil solo. Perawakannya ayu. Pendiam, untuk orang yang pertama kali mengenalnya. Pernah suatu kali seorang tetanggaku laki-laki yang seumuran denganku berkata, "Adekmu kenapa? Makin dilihat, makin kepinggir dia jalan, untung ga jatuh ke selokan tadi dia". Hahaha... Hal yang membuatnya benar-benar percaya diri adalah saat ia diminta untuk menari. Ya, akan tercipta keindahan saat ia mulai menggerakkan tubuhnya selaras dengan nada yang berdentang. Bayangkan saja, hampir setiap sore kamar belakang rumahku akan bau keringatnya karena ia menari disana. Dia, adikku. Aku memiliki 2 adik perempuan. Tapi pada tul...

Kerinduan di Akhir Senja [5]

Aku memutuskannya. Setelah 11 bulan kami bersama. Banyak canda tawa kesedihan dan tangisan yang sudah kami lewati bersama. Banyak kisah yang mungkin tidak akan kulupakan dan kini hanya jadi kenangan. Salah satu yang paling berkesan adalah, saat dia, tepat jam 6 pagi sudah berdiri di depan gerbang rumah sambil membawa nasi goreng hasil masakannya sendiri. Aku sangat terkejut dan tak mau mama melihatnya. Aku langsung menyuruhnya pergi ke persimpangan rumah setelah menemuinya dan menerima nasi goreng itu. Aku berjanji akan menemuinya di persimpangan rumah secepatnya dan pergi ke sekolah bersama. Nasi gorengnya, enak. Kebiasaan lain yang kami lakukan adalah selalu bercerita menghabiskan malam hingga waktunya tidur, ya kami selalu teleponan tepat jam 9 malam hingga waktunya tidur. Namun aku memutuskannya. Aku memutuskannya karena setelah beberapa bulan, mulai ada rasa tidak nyaman dalam hatiku padanya. Dia mulai "overprotective" padaku. Bayangkan saja, kemana pun aku pergi, bersa...

Just be a rockstar 'till the end, mom :D

Gambar
Jarak ini menyadarkanku tentang kehilangan. Kehilangan omelannya setiap pagi, kehilangan wangi dan rasa masakannya setiap hari, kehilangan uang jajan sekian ribu yang selalu diberikannya, kehilangan kata-kata "makan dimana kita?" setiap aku atau adik meraih suatu kesuksesan, dan kehilangan-kehilangan lainnya. Semakin kesini, rasanya diri sendiri sudah bisa mengatur semuanya sendiri. Warna sprei yang akan digunakan, susunan baju di lemari, rak sepatu yang harus diletakkan dimana, akan makan apa untuk pagi, siang dan malam. Tapi, ternyata dibalik kemandirian yang sudah tertanam, ada satu sosok yang menjadi pemeran utama. IBU Ibuku bukan tipe orang yang romantis. Bukan tipe ibu yang mau mencium atau memeluk anaknya ketika sudah lama tidak bertemu, bukan tipe ibu yang suka memanjakan anaknya dengan makanan atau barang mewah. Mungkin akan terasa asing jika aku mengatakan "I love you, mom". Ya, rasanya ibuku tidak benar-benar butuh kata-kata itu. Aku tau, saat aku m...

Masa Penantian. Apa yang sudah kau persiapkan?

Hai, Desember ... Kita bertemu lagi, sudah lama yaa ... terakhir berpapasan denganmu, 12 bulan lalu Pagi ini aku teringat khotbah dari pendeta saat ibadah advent pertama, kemarin... Seperti biasa, inti dari khotbah itu pasti tentang bagaimana menyikapi penantian akan kedatangan Tuhan. Setelah membaca firman Tuhan dan membuka khotbahnya, aku merasa semakin tertarik ketika beliau bercerita bagaimana banyak orang menyiapkan natal dengan mewah; berlomba untuk membuat pohon natal termegah, menghiasi setiap toko dengan lampu kelap-kelip dan nuansa merah, munculnya penjual pernak-pernik natal di sepanjang pasar, toko dan mall. Di rumah-rumah sendiri, keluarga mulai sibuk membongkar kardus yang berisi pernak-pernik natal yang selama 11 bulan bertengger manis didalam gudang. Mulai merangkai daun-daun plastik hijau menjadikannya pohon natal dengan sentuhan miniatur lonceng, sepatu santa, bola warna-wani yang akan digantung dipohon natal, dan itu akan menjadi sempurna ketika lampu warna-wa...